Senin, 08 Januari 2018

Belajar Islam

Selasa, 9 Januari 2018

Tuhan Dalam Perspektif AL-Qur'an

A. Latar Belakang
               Tuhan adalah zat yang mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan. Tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan secara global. Dari sini banyak konsep ketuhanan yang diciptakan oleh manusia berdasarkan pengalaman pengalaman yang dialami maupun bersumber dari teks - teks keagamaan. Sebut saja teisme, deisme, panteisme, sebagai konsep ketuhanan yang lahir dari perbedaan dalam memahami keberadaan Tuhan.
               Teisme adalah aliran yang memandang Tuhan adalah penciptanya sekaligus pengatur segala kejadian dialam semesta. Menurut Deisme, Tuhan yang menciptakan alam ini tetapi tidak ikut campur dalam kejadian di alam semesta. Panteisme menganggap Tuhan adalah alam semesta itu sendiri. Dari sebagai interpretasi terhadap Tuhan yang telah dikemukakan. Islam memiliki petunjuk mengenai tuhan yang harus disembah.
               Islam sebagai agama Rahmatan lil 'alamin tentunya memiliki Tuhan yang harus dipegang teguh kepercayaannya terhadap-Nya oleh umat muslim. Ciri-ciri mengenai Tuhan yang dipercayai umat muslim telah tertata di dalam Al-Qur'an dengan tersurat. Konsep ketuhanan yang diajarkan Islam sudah sangat jelas, hal ini dikarenakan banyaknya konsep ketuhanan yang tidak sejalan dengan prinsip Al-Qur'an.
               Al-Qur'an merupakan kitab suci yang dijadikan pegangan dan sumber rujukan utama umat muslim dalam memecahkan problematika agama. Untuk itu, Indikasi-indikasi Tuhan, sebagai salah satu bahasan pokok dalam persoalan keimanan, harus mendapatkan porsi pembahasan yang proposional keimanan, didalam Al-Qur'an. Rangkuman ini dibuat agar ketuhanan yang dipegang umat muslim tidak rancu, dan dapat dijadikan pegangan yang teguh karna didasari oleh landasan yang kuat yakni Al-Qur'an.

B. Pembahasan
     *Teori
               Al-Qur'an adalah kita suci yang dipegang teguh oleh kitab suci umat muslim diseluruh dunia. Dari sekian banyak definisi Al-Qur'an, para Ulama-ulama memberikan kontribusi pemikirannya mengenai definisi Al-Qur'an diantaranya:
  1.  Al-Jurjani 
               Mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah apa apa yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, dan ditulis dalam mushaf yang diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan.
  2.  Al-Qathan
                Al-Qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan jika membacanya akan mendapatkan pahala.
  3.  Abu Syahbah
                Berpendapat bahwa Al-Qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan baik lafaz maupun maknanya kepada Nabi terakhir, Muhammad SAW, yang diriwayatkan dengan mutawatir, yakni dengan penuh kepastian dan keyakinan, yang ditulis pada mushaf mulai dari surat Al-Fatihah sampai akhir surat An-Nas.
               Dari ketiga definisi yang diturunkan oleh para Ulama, maka dapat disimpulkan bahwa         Al-Qur'an adalah kitab Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan ditulis diatas mushaf Al-Qur'an disampaikan dengan cara mutawatir hingga sampai ketangan umatnya yang berada di akhir zaman. Di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menjelaskan tentang ciri ciri Tuhan yang wajib disembah oleh umat muslim. Ayat-ayat tersebut ditunjukan agar umat muslim tidak salah dalam memilih Tuhan untuk disembah.
               Al-Qur'an juga menyebutkan nama-nama Tuhan yang indah. Nama-nama tersebut memiliki makna mendalam yang menghiasi definisi tentang Tuhan .
Allah Swt berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 180:
 "Hanya milik Allah asmaa-ul-husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul-husna itu dan tinggalkanlah orang orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya, nanti mereka mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
               Didalam surat tersebut disebutkan jika seseorang ingin berdoa kepada Allah, maka ia dianjurkan untuk menyebut asmaa-ul-husna yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Didalam kitab Al-Maraghiy ditegaskan bahwa maknanya dan kesempurnaan sifat-sifatnya. Maka dianjurkan untuk menyebut nama-Nya ketika berdoa:
  "Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam, Al-Mu'min, Al-Muhaimin, Al-'Aziz,     Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Khaliq, Al-Bari, Al-Mushawwir, Al-Ghoffar, Al-Qahhar, Al-Wahhab, Ar-Razzak, Al-Fattah, Al-'Alim, Al-Qabidh, Al-Basith, Al-Khafidh, Al-Rafi', Al-Muidz, Al-Mudzil, Al-Sami', Al-Bashir, Al-Hakm, Al-'Adl, Al-Latif, Al-Khabir, Al-Halim, Al-Karim, Al-Raqib,         Al-Mujib, Al-Wasi, Al-Hakim,  Al-Wadud, Al-Majid, Al-Ba'its, Asy-Syahid, Al-Haqq, Al-Waqil,   Al-Qawiy, Al-Matin, Al-Waliyy, Al-Hamid, Al-Muqsi, Al-Mubdi, Al-Mu'id, Al-Muhyi, Al-Mumit, Al-Hayyul-Qoyum, Al-Majid, Al-Wahid, Al-Ahad, Ash-Shamad, Al-Qadir, Al-Muqtadir,                Al-Muqqadim, Al-Mu Akhir, Al-Awwal, Al-Akhir, Az-Zahir, Al-Bathin, Al-Waliy, Al-Muta'Ali,     Al-Barr, At-Tawwab, Al-Muntaqim, Al-Afuw, Al-Ra'uf, Al-Malikul Mulk, Dzul Jalali Wal Ikram,  Al-Muqsith, Al-Jami', Al-Ghariy, Al-Mughniy, Al-Mani, Ad-Dar, An-Nafi', An-Nur, Al-Hadi,        Al-Badi, Al-Baqiy, Al-Warits, Al-Rasyid, As-Shobur."

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar