Selasa, 24 Desember 2019

Tugas SOFTSKILL3


Tugas SoftSkill Riview

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit THT Menggunakan Metode Backward Chaining

  • Latar Belakang :
Penyakit THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan) merupakan masalah kesehatan pada masyarakat, karena sering terjadi sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Penyakit ini bisa menyerang berbagai usia. Saat ini, proses diagnosa penyakit THT oleh dokter masih dilakukan tanpa menggunakan bantuan software, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kesasalahan diagnosa. Untuk membantu meminimalisasi kesalahan diagnosa tersebut, maka perlu dibuat sebuah aplikasi sistem pakar yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Sejauh ini cara penanggulangan yang sudah dilakukan seperti; Lina Handayani dan Tole Sutikno pada januari 2008, membuat sebuah aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosa Penyakit THT Berbasis Web dengan ”e2glite Expert System Shell”. Namun demikian e2gLite juga memiliki kekurangan, antara lain waktu startup yang lama, sehingga lebih cocok untuk sistem pakar berskala kecil dengan basis pengetahuan yang mengandung kurang dari 100 aturan. Kekurangan kedua, adalah basis pengetahuan yang berupa file teks sehingga dapat dibaca oleh siapapun karena bersifat publik. Dengan demikian desain dari basis pengetahuan sistem pakar yang dibuat tidak dapat dijaga kerahasiaannya. Sistem pakar merupakan suatu sistem yang berbasis pengetahuan (knowledge-based system), yaitu menggunakan pengetahuan manusia yang disimpan dalam database untuk memecahkan permasalahan yang biasanya memerlukan keahlian manusia. Keuntungan atau manfaat yang diperoleh dengan menggunakan sistem pakar ini adalah proses penentuan diagnosis dan rekomendasi terapi serta analisisnya dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini sangat membantu dokter untuk melakukan diagnosis kepada pasien secara konsisten, sehingga dapat mengurangi terjadinya human error dan memberikan penanganan yang baik kepada pasien.

  • Tujuan Penelitian :
Penulis meninjau penelitian ini berdasarkan dari hasil-hasil penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan. Adapun penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya adalah sebagai berikut:
Lina Handayani dan Tole Sutikno, 2008, membuat aplikasi sistem pakar untuk diagnosa penyakit THT berbasis web dengan “e2glite expert system shell. Aplikasi sistem pakar ini dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja para pakar/ahli. Aplikasi sistem pakar ini diharapkan mampu membantu masyarakat umum sehingga dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Pengembangan sistem pakar ini menggunakan mesin inferensi kombinasi forward chaining dan backward chaining. Sistem pakar ini dibangun dengan basis web.

  • Metode Penelitian :
 Metode pendekatan waterfall yaitu metode yang menggunakan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level mendefinisikan kebutuhan sistem sampai maintenance. Metode waterfall memiliki beberapa tahapan yaitu : 1. Mendefinisikan kebutuhan, maksudnya adalah mengumpulkan kebutuhan dan entitas yang diperlukan untuk menyusun sejumlah kecil analisa informasi, baik strategi maupun area bisnis. 2. Menganalisis kebutuhan, berarti terjemahan dari tahap pertama, yang menguraikan definisi dari
perangkat lunak diantaranya kebutuhan sistem, aplikasi yang digunakan, interface, bentuk proses pengolahan informasi, performasi yang diharapkan, pendokumentasian dan lain-lain yang terkait dengan definisi dan pemfokusan persoalan rekayasa perangkat lunak

  • Pembahasan :
Teknik Representasi
Teknik representasi yang digunakan untuk merealisasikan sistem pakar ini adalah kaidah produksi, karena menggunakan sintaks IF-THEN menghubungkan anteseden (antecedent) dengan konsekuensi yang diakibatkannya. Adapun di dalamnya mengandung kaidah meta karena konsekuennya mengandun kaidah lain. Perancangan teknik representasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Rule 1:
IF demam AND ada gangguan menelan AND nyeri tenggorokan AND nyeri leher AND suara sengau AND leher kaku AND leher bagian depan (di bawah rahang) tampak membengkak THEN Abses Parafaringeal.
Mesin Inferensi
Mesin inferensi yang digunakan untuk merealisasikan sistem pakar ini adalah backward chaining, karena proses ini memulai pencarian dari premis atau permasalahan menuju pada konklusi (solusi).
Perjalanan proses mesin inferensi bacward chaining dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Masukkan fakta dengan menggunakan dialog box yang tersedia.
2. Simpan fakta pada working memory.
3. Lihat rule 1, cocokkan dengan premis 1  IF demam AND ada gangguan menelan AND nyeri tenggorokan AND nyeri leher AND suara sengau AND leher kaku AND leher bagian depan (dibawah rahang) tampak membengkak  NO
4. Lihat rule 2, cocokkan dengan premis 1  IF demam AND ada gangguan menelan AND nyeri tenggorokan AND nyeri leher AND suara sengau AND leher kaku AND leher bagian depan (dibawah rahang) tampak membengkak  YES
5. Dari pencocokan fakta dengan premis yang ada, maka dihasilkan kesimpulan bahwa orang tersebut
menderita penyakit Abses Parafaringeal.

  • Kelebihan Jurnal : 
Dalam jurnal  ini  menjelaskan tentang sebuah sistem yang dapat membantu cara kerja Sistem Pakar untuk mendiagnosa penyakit THT.

  • Kesimpulan:
 Dari pengujian pada penelitian yang telah dilakukan, dapat dihasilkan kesimpulan bahwa sistem pakar ini dapat membantu dokter THT untuk melakukan diagnosa (tabel 4.1). Berdasarkan rata-rata efisiensi didapatkan hasil rata-rata efisiensi proses manual adalah 21 menit 67 detik sedangkan dengan efisiensi sistem pakar didapatkan hasil 9 menit 40 detik. 

  • Referensi :  
  http://e-journal.upp.ac.id/index.php/RJOCS/article/download/482/468


fahrulreza 12117078 (3KA07)

Selasa, 23 Juli 2019

AMD cop


Service strategy
Dengan meningkat nya keinginan konsumen dalam meningkat nya penggunaan teknologi maka peningkatan GPU dan CPU menjadi  kan PT.AMD Radeon meningkatkan produktifitas dan kualitas pada produknya,dengan ini PT AMD Radeon memnghemat konsumen agar tidak membeli GPU dan CPU per unit maka dari itu PT ini mengeluarkan GPU+CPU secara bersamaan atau sepaket.
Yang diberi nama Ryzen dengan spesifikasi sebagai berikut:
-CPU:4core 4trhead dengan clockspeed 3,7 Ghz
-GPU:kuda core650,vram 8gb,DDR5,clockspeed 1285Mhz
Service design
PT .Amd radeon telah menemukan / menggunakan chip 7 nm yang berguna untuk watercooler dan merpercepat clockspeed yang telah diciptakan pada tahun 2017 akhir chpi 7 nm merupakan inovasi dari vga sebelumnya yang menggunakan 14 nm, teknologi 7 nm merupakan chip vga terbaik saat ini teknologi informasi ini bertujuan untuk membantu penggunanya agar performa vga lebih stabil dan lebih dingin.
Selain itu PT Amd radeon meletakan vga ram (vram) terbesar saat ini di antara GPU lain yaitu sebesar 16 GB yang berguna untuk mempercepat reandering dan membaca pixel dan grapchis untuk penggunanya
Service transition
Service transition merupakan iterasi dilakukan untuk menyesuaikan layanan TI yang akan selalu di kembangkan dengan layanan TI yang berjalan di organisasi proses pengecekan selalu detail karena agar bisa melihat kelebihan dan kekurangan dari GPU-GPU yang di keluarkan.
PT AMD Radeon memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan 
Kelebihan antara lain :
A.      Merupakan PT penghasil GPU terbanyak sampai saat ini
B.      Selain menghasilkan GPU dan CPU PT. AMD Radeon juga menciptakan ram bertipe terbaru yaitu AMD tsunami, AMD patriot, dan lainnya
C.      Di antara pesaingnya GPU, CPU, RAM adalah yang paling termurah dikelasnya
Kekurangan antara lain :
Selain memiliki banyak kelebihan PT AMD Radeon juga memiliki beberapa kekurangan yaitu masalah kekurangan SDM di PT AMD Radeon sangatlah terbatas hanya 2000 SDM. Sedangkan PT AMD Radeon harus mengluarkan 3000 unit dalam sebulan baik GPU maupun CPU, sangatlah berpengaruh dalam hal kualitas dan kuantitas produk.
Dalam hal GPU dan CPU kualitas produk kalah saing dengan pesaingnya dalam hal performa yaitu GPU dan CPU yang di buat oleh PT AMD Radeon mudah panas akan tetapi AMD telah berusaha menangani kekurangan tersebut dengan menambahkan watercooler 7 nm yang merupakan versi terbaru AMD
Service operation
Perancangan service operation meliputi proses insiden manajemen, problem manajemen, dan perancangan fungsi servis desk sebagai single point of contak layanan TI. Proses perakitan yang dilakukan dilayanan tehnik mekanikal, khususnya diperancangan CPU & GPU. Modeling system,enginering clocking, testing system. Pada layanan teknik mekanikal PT. AMD Radeon merupakan perakitan prosedur insiden manajemen dan perancangan mikroprosesor teknologi untuk servis deks yang merupakan bentuk reomendasi PT AMD Radeon.
Contitual service improvement
Salah satunya yaitu bisa mengehemat biayaya pembelian GPU dan CPU dengan cara membeli CPU yang sudah ada chipset GPU seperti yang pernah dikatakan oleh CEO AMD Radeon LISASU dengan keluarnya CPU Ryzen, para konsumen lebih memilih CPU Ryzen yang telah ada GPUnya dibandingkan dengan N/A, bisa menghemat sekitar $500 - $1000 atau setara dengan 7 – 10 juta Rupiah.
Untuk CPU & GPU yang dirakit oleh PT. AMD Radeon memiliki kekurangan yg masih butuh perbaikan berupa GPU yang cepat panas dengan demikian PT.AMD Radeon harus membuat perubahan untuk kedepannya agar produk produk yang dibuat bisa lebih baik lagi dari seblumnya